Beranda » Wisata » Taman Nasional Baluran – Africa Van Java yang lagi Hits

Taman Nasional Baluran – Africa Van Java yang lagi Hits

Taman Nasional Baluran – Africa Van Java yang lagi Hits merupakan obyek wisata yang terletak diantara Kota Banyuwangi dan Situbondo. Secara administratif TN (Taman Nasional Baluran) masuk wilayah Situbondo, tetapi sebenarnya jaraknya lebih dekat bila wisatawan melakukan perjalanan dari Banyuwangi. Taman Nasional Baluran merupakan savana terluas yang ada di Pulau Jawa. Taman Nasional Baluran memiliki luas area sekitar 25 ribu hektar.

Taman Nasional Baluran – Africa Van Java yang lagi Hits

Taman Nasional Baluran

Berbeda dengan taman nasional lain yang menyerupai hutan belantara, Baluran memiliki hamparan hijau padang rumput luas. Luas savana atau padang rumput baluran mencapai sepertiga luas keseluruhan yakni sekitar 10 ribu hektar. Dan sebagian wilayahnya, juga merupakan tempat konservasi yakni hutan lindung.Rerumputan terbentang luas sepanjang pandangan mata, beberapa pohon bercabang banyak seolah terlihat mekar di atas rerumputan. Selain itu latar belakang tingginya Gunung Baluran juga menambah pesona Baluran. Gunung Baluran menjulang akan tampak jelas saat cuaca cerah. “Africa Van Java” menjadi julukan yang melekat dengan Baluran.
Wisatawan bisa berfoto dekat hewan-hewan yang merumput di savana. Kawasan ini terbagi menjadi beberapa wilayah berbeda-beda. Inilah yang juga menjadi keunikan dari Taman Baluran. Beberapa wilayah Taman Baluran antara lain :

  1. Hutan Musim

Pada musim hujan, hutan tersebut akan hijau dan rimbun.

  1. Hutan Evergreen

Di sekitar kilometer 6 hingga 9, wisatawan akan menikmati suasana hutan evergreen. Di hutan akan selalu hijau sepanjang tahun, sepanjang musim. Hutan ini berada di tanah subur. Di hutan ini, ada aliran sungai yang mengalir terus dan membuat hutan ini selalu hijau dan rimbun.

  1. Savana

Di savanna ini menjadi spot favorit Baluran. Wisatawan bisa memandangi luasnya padang rumput dan hewan-hewan melalui menara setinggi kurang lebih 30 meter.

Sejarah

Taman Nasional Baluran Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Dia telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.
Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.
Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai Suaka Margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.
Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.

Untuk akses ke Wisata Baluran ingat Sewa Mobil Banyuwangi Doong . . .

Perjalanan wisata Anda akan lebih mudah.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.